Terbitkan Perpol, Kapolri Larang Gas Air Mata Dipakai Saat Pertandingan Olahraga

Kapolri Jenderal Listio Sigit Prabowo telah menerbitkan Peraturan Polisi (Purpool) tentang pengamanan penyelenggaraan pertandingan olahraga. Perpol No. 10 Tahun 2022 yang ditandatangani Kapolri pada 28 Oktober dan diundangkan oleh Menkumham Yasonna Laoly pada 4 November antara lain berisi larangan penggunaan gas air mata. “Ya benar, sudah disahkan dan berarti sudah dikeluarkan,” kata Kabid Humas Polri Irjen Didi Prasetyo saat dikonfirmasi, Rabu (16/11/2022).

Menurut Dedi, Perpol akan segera diterjunkan ke seluruh jajaran Polda ke bawah. Didi mengatakan, sosialisasi Purplepool akan dilakukan secara bertahap. “Divkum akan segera melakukan sosialisasi ke seluruh Polda secara bertahap,” kata Didi. Pasal 31 mengatur ketentuan larangan penggunaan gas air mata. Pasal yang sama juga mengatur larangan aparat keamanan menggunakan bom asap dan senjata api.

Keseluruhan isi Pasal 31 berbunyi sebagai berikut: “Dalam keadaan darurat, terjadi eskalasi keadaan yang sangat cepat berubah menjadi keadaan darurat dan memerlukan antisipasi/tindakan yang cepat atau luar biasa, dilakukan tindakan huru hara, kecuali dalam keadaan darurat. yang terjadi di area penembakan gas air mata dilarang Bom asap dan senjata api. Secara lebih rinci, Polri menjabarkan bentuk dan pelaksanaan pengamanan, tahapan pengamanan, dan sifat ancaman. Dalam Pasal 5 ayat (2) terdapat tiga jenis gangguan dalam pertandingan olahraga, yaitu gangguan potensial, ambang batas gangguan, dan gangguan nyata.

Potensi gangguan

Potensi gangguan di sini dipecah menjadi delapan indikator, yaitu, fanatisme, sejarah tim lawan, kelebihan kapasitas stadion, sistem tiket, kompetisi kandang atau tandang, fase kompetisi, kekalahan oleh klub/tim tuan rumah, dan/atau olahraga masuk dan keluar infrastruktur. . Sedangkan ambang batas gangguan diatur dalam Pasal 10, yang terdiri dari membawa senjata api dan senjata tajam, serta membawa bahan berbahaya (antara lain suar, ketapel, senjata bius, petasan, bom molotov, korek api, uap, dan bom asap).

Apalagi ada yang membawa laser pointer, membawa botol minuman, serta aksi provokatif seperti penghasutan.

Kemudian Pasal 10 mengatur indikator gangguan yang nyata, yaitu pertengkaran massal, pembakaran, perusakan, ancaman, penganiayaan, pembunuhan, penyanderaan, penculikan, pemukulan, perusakan, penjarahan, perampasan, pencurian, dan terorisme.

referensi :  https://nasional.kompas.com/read/2022/11/17/06180281/terbitkan-perpol-kapolri-larang-gas-air-mata-dipakai-saat-pertandingan

editor : andre