Mengapa Pria Lebih Susah Ekspresikan Emosi?

Mengapa Pria Lebih Susah Ekspresikan Emosi? by Wahada Nadya, S.PsiJanuari 28, 2022Januari 23, 2022 Sudah pernahkah kamu dengar istilah ‘Real Men Don’t Cry’, yang memiliki arti jika lelaki sejati tidak menangis atau memperlihatkan kesedihannya. Ini jadi sebuah penglihatan yang menempel secara temurun berkenaan ide pria sejati. Apa kamu sepakat berkenaan ide ini? Lantas bagaimanakah cara pria ekspresikan emosinya?

Mengapa Pria Lebih Susah Ekspresikan Emosi?

Table of Contents

– Gender dan Emosi pada Pria
– Langkah Ekspresikan Emosi pada Pria
– 1. Journaling
– 2. Berkomunikasi dengan Rekan
– 3. Take a Break!

Gender dan Emosi pada Pria

Bicara berkenaan gestur emosi pada pria, tidak pantas rasa-rasanya bila tidak mengulas berkenaan bagaimana sebetulnya ide gender dan emosi. Apa ada ketidaksamaan di antara wanita dan pria dalam ekspresikan emosi?

Gestur emosi sendiri menurut Gunarsa (2009) ialah satu wujud komunikasi buat sampaikan dan mengutarakan rasa atau emosi yang dirasa lewat peralihan raut muka atau gesture. Seorang lakukan gestur atas emosi yang dirasa buat mengkomunikasikan bagaimana hatinya seperti menangis, ketawa, sampai geram. Emosi yang dipunyai oleh tiap pribadi baik pria atau wanita bisa dilukiskan buat memberi info hal apa yang dirasa di saat atau keadaan tertentu.

Gestur emosi dikuasai oleh beberapa hal, seperti factor budaya dan lingkungan sampai factor biologis. Pada beragam riset disebut jika wanita condong lebih gampang untuk ekspresikan emosinya dibanding dengan pria. Salah satunya riset mengatakan jika wanita mempunyai score yang lebih tinggi dibanding pria dalam test standard pengenalan emosi, kesensitifan sosial, dan empati.

Ini diterangkan lewat study neuron jika wanita semakin banyak memakai tempat otak yang memiliki kandungan neuron cermin (mirror neuron) dibanding pria. Neuron cermin memungkinkannya seorang untuk ikut bisa rasakan satu kejadian dari pemikiran seseorang. Hal itu kemungkinan menerangkan kenapa wanita dapat alami dan rasakan duka cita yang lebih dalam dibanding dengan pria.

Ketidaksamaan gestur emosi di antara wanita dan pria semakin banyak diterangkan dari factor sosial dan budaya. Ada standard sosial dan budaya pada bagaimana wanita dan pria ekspresikan emosi jadi pemicu menguasai mengapa pria condong susah untuk ekspresikan emosinya. Riset memperlihatkan jika ada peran-peran tertentu yang dijalankan dalam sosial yang memengaruhi ketidaksamaan gestur emosi pada wanita dan pria.

Wanita condong ditaruh pada peran-peran feminin yang kerap kali dihubungkan dengan figur pengasuh, pengasih. Dan pria ditaruh pada peranan sosial maskulin yang dihubungkan dengan figur yang kuat dan perlindungan.

Peranan sosial itu selanjutnya berkembang hingga tempatkan pria semakin banyak tekan atau mungkin tidak mengutarakan secara terbuka emosi mereka dibanding wanita. Ini membuat pria jarang-jarang latih dan mengenal emosinya hingga alami kesusahan agar bisa ekspresikan emosinya sendiri. Keadaan ini membimbing pria condong lakukan sikap agresif serta lebih gampang alami resiko tanda-tanda stres.

Langkah Ekspresikan Emosi pada Pria

Emosi sebagai hal yang dipunyai oleh tiap pribadi, baik wanita atau pria. Rasakan duka cita, kebahagiaan, amarah sebuah karunia yang dipunyai oleh tiap manusia. Gestur emosi bisa dilaksanakan oleh siapa saja buat untuk memberikan fasilitas emosi agar tersalurkan secara baik. Emosi yang tidak dilukiskan bisa menjadi timbunan emosi yang beresiko di masa datang.

Ide ‘Real Men Don’t Cry’ sebagai wujud limitasi pengekspresian emosi pada pria yang terhitung toxic masculinity. Ide ini menggerakkan pria agar semakin banyak meredam emosinya bahkan juga menampik untuk rasakan emosi tertentu, khususnya dalam masalah ini duka cita. Pria yang menangis dilihat sebagai pria yang kurang kuat atau mungkin tidak sejati. Walau sebenarnya semuanya orang tak terbatas gender dan memiliki hak untuk ekspresikan emosinya, terhitung menangis.

Gestur emosi sebuah kegiatan yang banyak memiliki faedah di kehidupan. Dengan ekspresikan emosimu, kamu bisa mengenal emosi dan diri kamu sendiri lebih dalam dan menahan kehadiran beragam masalah seperti kekhawatiran, depresi sampai stres. Bila kamu ialah seorang pria dan alami kesusahan atau ketidaktahuan dalam ekspresikan emosi, berikut Kampuspsikologi sudah meringkas beberapa panduan yang dapat kamu kerjakan untuk ekspresikan emosimu!

1. Journaling

Menulis jurnal atau diari sebagai salah satunya tempat agar bisa memberikan fasilitas emosimu secara baik. Lewat proses menulis, kamu bisa meluapkan isi pemikiran dan emosimu berbentuk tulisan. Proses itu akan menolongmu agar bisa mengenal dan pahami lebih jauh berkenaan diri serta lebih pintar secara emosional. Kamu bisa mengawali journaling lewat beragam media seperti memakai buku catatan, catatan smartphone, sampai membuat suatu website atau tempat journaling online.

2. Berkomunikasi dengan Rekan

Pada keadaan emosional, pikiranmu akan alami kecondongan kesusahan untuk secara logis. Menceritakan bisa menjadi satu diantara langkah untuk ekspresikan emosi secara baik. Bicara sama orang lain seperti rekan, teman dekat, rekanan kerja sampai keluarga bisa menolongmu untuk menyaksikan sudut pandang lain atas sesuatu yang kamu alami dan menolongmu mengenal emosimu lebih obyektif.

3. Take a Break!

Ambil interval dalam kegiatan juga bisa menjadi satu diantara langkah yang menolongmu untuk mengenal dan ekspresikan emosimu. Kamu bisa memakai waktu interval untuk beragam aktivitas yang bisa menolongmu untuk merelease emosi yang kamu pikir. Beragam aktivitas positif yang produktif seperti lakukan hoby, jalanan, melukis, bermain musik, sampai meditasi menjadi opsimu agar bisa ekspresikan emosimu!

Rasakan beragam pengalaman emosi dan lakukan pengekspresian atas emosi yang dirasa sebagai hal yang baik sekali dan lumrah untuk dilaksanakan oleh seorang tanpa batas gender. Baik pria atau wanita bisa melakukan. Hal sebagai salah ialah saat kita tidak sanggup untuk lakukan pengendalian atas emosi yang dirasa . Maka tidak ada istilah ‘Real Men Don’t Cry’ karena pada intinya ‘Real Men Do Cry’.

 

kunjungi juga konsultan hipnoterapi