Memperkaya Referensi Penerjemah Tersumpah

jasa penerjemah

Quisioner dari kantor jasa penerjemah di Jakarta. Apakah Anda betul-betul menu lis laporan itu ataukah mendiktekannya? Apakah laporan itu kelihatan seperti didiktekan? Adakah bedanya jika la poran itu ditulis atau didiktekan? Jika laporan itu singkat dan akurat, dan Anda membayangkan sang penerjemah  sedang duduk bersandar di kursi dengan sebuah alat pendikte, lelah karena terjaga semalaman, menggosok-gosok mata dengan tangan, maka, bagaimana mungkin laporan itu bisa terdengar begitu rapi, sangat kompeten, bahkan sangat singkat dan tepat?

Apakah ini karena penerjemah  itu sudah mendiktekan begitu banyak laporan medis sehingga laporan-laporan itu keluar secara otomatis, hampir-hampir tanpa disadari? Apakah ini karena “kebiasaan” profesional sang penerjemah  untuk merangkum hasil-hasil kesimpulan dari suatu pemeriksaan dalam bentuk yang sedemikian teratur sehingga tidak perlu banyak berpikir atau tidak perlu berpikir sama sekali? Seperti apakah rasanya? Bagai mana caranya “kebiasaan” profesional penerjemah bisa menyerupai kebiasaan sang penerjemah ? Adakah cukup banyak persamaan atau titik temu di antara mereka sehingga penerjemah dapat membayangkan dirinyalah yang tengah duduk di kursi itu dan mendiktekan laporan medis tersebut dalam bahasa sasaran?

Sekali lagi, sudah sewajarnya bila penerjemah yang tidak yakin dengan bahasa seorang profesi lain  sungguhan dalam bahasa sasaran, wajib meminta hasil proses imajinasinya itu diperiksa oleh orang yang tahu dengan pasti. Tak pelak lagi, penerjemahan abduktif seperti ini mengundang prospek terjadinya kesalahan. Tanpa pengetahuan langsung terhadap profesi atau lingkungan kerja tempat diam bilnya teks itu, mustahil penerjemah dapat menghindari buruknya pemilihan kata di antara berbagai pilihan terminologi pada sebuah entri kamus.

Namun, ada dua hal yang perlu diperhatikan. Perta ma, dengan membayangkan dirinya secara “abduktif” ber ada di dalam sebuah profesi atau lingkungan kerja, pener jemah memperoleh suatu panduan intuitif untuk masing masing pilihan kata. Panduan ini tentunya tidak mungkin bisa sepenuhnya dipercaya.

Baca Juga Jasa Penerjemah Tersumpah

Bagaimanapun, panduan ini hanya didasarkan pada menebak-nebak (guesswork), pro yeksi imajinasi, bukan (banyak) pengalaman aktual, tetapi itu pun masih lebih baik daripada tidak sama sekali. Ada sebagian penerjemah yang mempermasalahkan hal ini. Mereka menyatakan, tidak menebak-nebak lebih baik daripada tebakan yang buruk, dan jika yang bisa Anda laku kan hanyalah membuat tebakan yang buruk, Anda tidak seharusnya menerima pekerjaan itu, mungkin sebaiknya tidak menjadi penerjemah sama sekali. Tetapi setiap orang harus memulai pada suatu titik. Tidak ada seorang pun, tidak juga penerjemah terbaik sekalipun, yang pernah be nar-benar cakap dalam setiap karyanya. Semua penerjemahan mengandung satu unsur menebak-nebak.

Penerjemah yang tidak pernah menebak-nebak, yang tidak mau menuliskan apapun yang dia tidak diyakininya benar-benar walaupun dalam bentuk terjemahan awal yang masih kasar, jarang-jarang bisa menyelesaikan suatu pekerjaan. Memang ada naskah-naskah yang begitu mudahnya sehingga tidak perlu ditebak-nebak. Barangkali pada beberapa bidang spesialisasi, naskah seperti itu akhirnya menjadi pola standar, tetapi kebanyakan penerjemah harus menebak nebak (lalu memeriksanya dan/atau meminta orang lain memeriksanya) beberapa kata pada hampir semua naskah yang mereka terjemahkan.