Madurasa luncurkan Kemasan Botol Terbalik

Menandai peluncuran kemasan baru, beraneka sesi edukatif digelar bagi para ibu dan keluarga dalam alur aktivitas bertema  “Dibalik untuk Kebaikan”

Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat terutama di tengah pandemi, tren mengkonsumsi produk-produk berasal dari bahan alami seperti madu termasuk mengalami peningkatan. Beragam madu ada di pasaran sementara ini, mulai berasal dari madu impor dengan harga yang relatif tinggi sampai madu lokal yang lebih  terjangkau.

Madu mempunyai banyak manfaat, pada lain untuk tingkatkan stamina dan memelihara imunitas tubuh, sampai memelihara kecantikan dan juga memperkaya rasa minuman dan makanan. Untuk mendorong mengkonsumsi madu di kalangan masyarakat Indonesia, Madurasa – merk madu lokal berasal dari Combiphar yang telah ada di Indonesia selama 37 th. – meluncurkan kemasan baru yang inovatif berupa botol terbalik yang ergonomis demi tingkatkan pengalaman pelanggan.  

Presiden Direktur Combiphar Michael Wanandi mengatakan, “Seiring dengan komitmen Combiphar untuk membangun generasi muda yang sehat atau ‘Championing a Healthy Tomorrow’, kita konsisten menerus memperkaya portofolio di segmen preventif, pada lain dengan bergabungnya Jamu Air Mancur dan Madurasa dengan keluarga besar Combiphar Group sejak 2019. Hal ini serasi dengan tren pola hidup sehat yang telah berkembang  di masyarakat sejak sebagian th. paling akhir ini, dan makin lama  meningkat ulang sejak pandemi Covid-19. Kami berkomitmen untuk mengembangkan Jamu Air Mancur dan Madurasa supaya senantiasa relevan dengan kebutuhan dan selera customer melalui beraneka inovasi. Kemasan botol terbalik ini adalah tidak benar satunya.” 

Commercial Head Combiphar Edy Haryanto mengatakan, Salah satu pelajaran bernilai yang dipetik oleh masyarakat selama pandemi adalah pentingnya memelihara kekuatan tahan tubuh melalui pola hidup sehat, pada lain dengan mengkonsumsi madu sebagai anggota berasal dari keseharian kita.

Salah satu kasus yang sering dialami customer sementara mengkonsumsi madu, papar Edy, adalah sulitnya mengeluarkan semua isikan product berasal dari kemasan sementara product hampir habis. Banyak sisa madu yang melekat terhadap segi kemasan anggota dalam yang susah untuk dikeluarkan, dan pada akhirnya terbuang sia-sia dengan botolnya. 

“Menyadari perihal tersebut, Madurasa kini menghadirkan kemasan baru yang inovatif, yaitu dengan posisi botol terbalik. Madurasa merupakan merk madu lokal pertama di Indonesia yang meluncurkan bentuk botol terbalik, yang mempunyai dua kelebihan utama dibanding botol biasa, yaitu praktis karena enteng digenggam dan ditekan, dan juga mempunyai katup anti tumpah yang sangat mungkin customer untuk nikmati Madurasa sampai tetes yang terakhir.

Botol baru ini ada untuk Madurasa Murni dan Madurasa Premium ukuran 160 gr dan 280 gr. Madurasa Premium dengan kandungan Royal Jelly dan Bee Pollen mempunyai fungsi ganda  untuk memelihara kebugaran dan juga kecantikan, sementara Madurasa Murni merupakan paduan berasal dari madu randu, hutan dan kelengkeng yang mempunyai aroma yang khas dan rasa enak bermanfaat memelihara kebugaran dan stamina tubuh.”

Menandai peluncuran kemasan botol terbalik ini, Madurasa menggelar serangkaian aktivitas edukatif terhadap 12 – 16 Januari 2022 di Kota Kasablanka, Jakarta Pusat. Bertema “Dibalik untuk Kebaikan”, di dalam aktivitas ini bakal digelar sesi talkshow berkenaan parenting oleh pegiat sarana sosial Citra Ayu, kewirausahaan untuk para ibu (MomsPreneur) oleh Najla Bisyir,  gizi untuk anak  oleh dr Mira Afrizal dan juga beraneka kreasi santapan gunakan madu oleh Chef Devina Hermawan. 

Brand Ambassador Madurasa Karen Nijsen mengatakan, “Di balik inovasi botol terbalik yang brilian ini, terdapat pesan bernilai untuk para perempuan, terutama para ibu muda.  Saat  perempuan pertama kali menjadi seorang ibu, dengan adanya beraneka pengalaman baru yang tak terbayangkan sebelumnya,  terkadang mereka mulai dunia mereka menjadi terbalik dan mulai kewalahan.

Walaupun begitu, ‘dunia terbalik’ ini mengasah dan  mentransformasi para ibu muda  untuk menjadi spesial yang lebih baik, lebih dewasa dan lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan keluarga yang berarti. Inilah analogi berasal dari cara Madurasa dengan transformasi membalik botolnya demi menambahkan fungsi madu yang optimal sampai tetes paling akhir kepada para konsumen. 

Rangkaian aktivitas dengan tema “Dibalik untuk Kebaikan”yang digelar di Kota Kasablanka termasuk menyajikan beraneka topik edukatif yang bermanfaat untuk para ibu dan keluarganya.

“Saya mengajak para ibu dan keluarga untuk menghadiri acara yang sarat dengan edukasi dan dikemas dengan sangat menarik”. Saya termasuk mengajak para anak muda dan keluarga Indonesia untuk mengadopsi jenis hidup sehat dengan mengkonsumsi madu secara tertata guna tingkatkan stamina dan kekuatan tahan tubuh, seperti yang saya laksanakan tiap-tiap hari,” kata Karen.

Selain itu, masih dalam rangka mempromosikan pola hidup sehat, th. ini Combiphar dengan Madurasa termasuk menambahkan pertolongan kepada tidak benar satu tim basket IBL yaitu West Bandits Combiphar Solo. 

“Saya berharap, dengan West Bandits Combiphar Solo, kita dapat menambahkan edukasi berkenaan pentingnya asupan nutrisi seperti madu, berolahraga, dan juga menularkan stimulus sportifitas dan pantang menyerah kepada semua generasi, terutama generasi muda,” pungkas Michael Wanandi. 

 Tentang Combiphar

Combiphar didirikan sejak th. 1971 sebagai perusahaan farmasi yang berfokus product kuratif. Kini, Combiphar bertransformasi menjadi perusahaan lokal consumer healthcare terdepan di Indonesia yang bertumbuh cepat dengan mengolah dan memasarkan lebih berasal dari 90 product berkualitas dan terjangkau diantaranya OBH Combi (obat batuk sirup), JointFit (gel pereda nyeri sendi), Prive Uricran (suplemen untuk infeksi kantung kemih), Insto (obat tetes mata), Hezandra (suplemen untuk memelihara fungsi hati), Simba (sereal) dan Madurasa.

Berkantor pusat di Jakarta dengan 1.800 karyawan dan hadir di beraneka kota besar dan sekunder di semua Indonesia, Combiphar mempunyai layanan mengolah berteknologi mutakhir dan juga prosedur operasi berstandar modern. Pabrik Combiphar yang berlokasi di Padalarang, Jawa Barat, berhasil meraih sertifikasi internasional pada lain ISO 14001:2004 untuk pengelolaan lingkungan dan juga Therapeutic Goods Administration (TGA) berasal dari Australia.

Selain mempunyai pabrik di Padalarang, aktifitas mengolah Combiphar termasuk mendapat dukungan oleh pabrik di Depok dan Kawasan Jababeka. Pada akhir 2016 Combiphar termasuk memperluas bisnisnya ke pasar world melalui product tetes mata unggulannya, Eye Mo di Hongkong dan kawasan Asia Tenggara di antaranya Kamboja, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina dan Macau dan juga Malaysia, Taiwan dan Nigeria melalui product herbal dan Madurasa dan juga New Zealand dan Australia melalui product Simba. Combiphar termasuk menjadi mitra terpercaya perusahaan-perusahaan farmasi internasional berasal dari sebagian negara melalui perjanjian lisensi, joint venture dan juga contract manufacturing.