Berbagai Macam Scam dan Cara Menghindari Penipuan Daring

Aksi scam makin menelan banyak korban. Jika Anda tidak aware dengan berbagai modus kejahatan keuangan, Anda bisa menderita kerugian hingga puluhan juta hanya karena terjebak modus penipuan keuangan. Tambah lagi, para scammer (penipu) mulai menjamuri berbagai platform daring guna melancarkan aksinya. Lantas, adakah cara yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri dari modus-modus kejahatan keuangan? Simak artikel ini sampai tuntas untuk menemukan jawabannya!

 

Macam-Macam Kejahatan Keuangan Berikut Tips Menghindarinya

Para pelaku kejahatan, khususnya kejahatan keuangan akan senantiasa mencari celah untuk memangsa korban baru. Yang lebih berbahaya, para scammer kini tak hanya melakukan aksi penipuan secara fisik, tetapi juga sudah merambah ke penipuan daring. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang daring scam turut meningkatkan potensi terkena penipuan. Maka dari itu, berikut kami sajikan pembahasan mengenai berbagai macam penipuan daring berikut tips melindungi diri Anda dari bebragai modus penipuan!

 

4 Macam Kejahatan Keuangan yang Perlu Diwaspadai

Penipuan Bermotif Undian Berhadiah

Penipuan jenis ini biasanya dilancarkan melalui pesan teks, misalnya SMS atau Direct Message di berbagai platform media sosial. Modus si penipu adalah mengirimkan pesan teks berisi informasi bahwa Anda telah memenangkan undian berhadiah seperti gambar di bawah ini:

Biasanya, Anda diarahkan untuk mengklaim hadiah melalui aplikasi chat dan penipu mulai melancarkan aksinya di sana.

Penipuan dengan Modus Investasi (Investasi Bodong)

Dalam penipuan berkedok investasi, “hadiah” yang ditawarkan oleh si penipu adalah produk investasi dengan return yang tinggi. Scammers biasanya akan meminta calon korban untuk melakukan pembayaran investasi di muka. Setelah target terbujuk dan melakukan pembayaran, maka si penipu akan memblokir kontak korban dan melarikan uang yang sudah didapatkan.

Penipuan dengan Cara Meniru Identitas Seseorang

Penipuan berkedok peniruan identitas dilakukan oleh para scammer dengan cara berpura-pura menjadi figur otoritas, misalnya menyamar sebagai staf bank, staf telekomunikasi hingga staf e-commerce. Tujuannya adalah untuk memikat korban agar mereka bersedia mengungkapkan data pribadi seperti nama pengguna, kata sandi, dan kode OTP. 

Saking niatnya, beberapa penipu bahkan sampai membuat ID palsu demi meyakinkan korban. Jika korban termakan bujuk rayunya, maka scammer akan menggunakan kredensial korban untuk masuk ke rekening bank mereka, lalu mentransfer uang yang ada di rekening korban ke rekening penipu.

Penipuan dengan Kedok Peminjaman

Penipu akan menghubungi calon korban melalui SMS, Whatsapp, atau platform pesan instan lainnya untuk memberikan penawaran peminjaman dana dengan bunga yang menarik. Lalu, pihak yang menjadi target akan diminta untuk membayar uang “muka” sebelum dana peminjamannya dicairkan. Setelah korban terbujuk dan membayar, maka penipu akan membawa kabur uangnya dan memblokir kontak dengan korban.

Berbagai Tips untuk Melindungi Diri dari Berbagai Modus Kejahatan Keuangan

Mengingat gencarnya scammers dalam melakukan aksinya, maka tak ada salahnya jika Anda tetap dalam keadaan waspada. Nah, untuk membantu melindungi diri Anda dari berbagai penipuan, berikut 4 tips menghindar dari kejahatan keuangan daring.

  1. Pastikan Sudah Menggunakan Layanan Keuangan Terpercaya

Yang paling utama, pastikan bahwa Anda telah memilih layanan keuangan yang sudah kredibel, bersertifikasi ISO/IEC, dan telah dipercaya oleh banyak pengguna. Salah satu layanan pembayaran yang memenuhi ketiga kriteria tersebut adalah Xfers. Berpusat di Indonesia dan Singapura, Xfers telah berkomitmen terhadap Keamanan dengan Sertifikasi ISO/IEC 27001:2013. Jadi, Anda tak perlu risau akan kebocoran transaksi di Xfers.

  1. Jangan Pernah Membagikan Data Pribadi pada Siapapun

Jika sudah memastikan bahwa layanan keuangan yang dipilih sudah kredibel, selanjutnya Anda tinggal berkomitmen melindungi data pribadi Anda. Jangan pernah membagikan informasi kredensial Anda kepada siapa pun. Hal ini harus dilakukan agar informasi pribadi Anda tidak mengalami kebocoran dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. 

  1. Pastikan bahwa Akun Anda Tidak Terbobol

Untuk memastikan bahwa akun tidak mudah dijebol, maka sebaiknya Anda mengaktifkan autentikasi dua faktor pada akun Anda serta menggunakan kata sandi yang unik dan sulit ditebak.

  1. Hubungi Call Center Resmi jika Menemukan Aktivitas Mencurigakan pada Akun Anda

Terakhir, segera hubungi call center resmi jika Anda merasa telah terjadi aktivitas mencurigakan pada akun pribadi Anda. Dalam hal ini, akan lebih menguntungkan jika perusahaan fintech yang Anda gunakan memiliki layanan call center yang komunikatif dan responsif.