Apa Saja Beda Segmentasi dan Targeting

Beda segmentasi dan targeting terletak pada sejumlah indikator. Dari definisi, cakupan, variabel, hingga tujuan, semuanya penting untuk dipahami.

Apa saja beda segmentasi dan targeting harus Anda pahami mengingat keduanya punya posisi penting dalam merancang strategi promosi dalam sebuah bisnis. Walaupun berbeda, keduanya juga saling terkait dan mendukung sehingga tidak bisa dipisahkan. Misalnya, Anda hanya mengupayakan segmentasi, lalu mengabaikan targeting, tindakan semacam ini pasti akan mengacaukan perusahaan.

Ketahui Beda Segmentasi dan Targeting agar Tidak Salah langkah

  1. Definisi

Segmentasi mengacu pada upaya mengklasifikasi kondisi pasar berdasarkan kategori tertentu untuk kemudian dijadikan lahan promosi. Dalam hal ini, ada perbedaan karakteristik antara kategori satu dan yang lainnya, di mana artinya juga dibentuk oleh kebutuhan bervariasi.

Sementara itu, targeting merupakan lanjutan dari hasil segmentasi pasar. Singkatnya, targeting akan sangat terikat dengan bagaimana Anda mendefinisikan segmen ke dalam kelompok-kelompok kecil, lalu berfokus pada salah satu atau lebih dari kelompok tersebut.

  1. Cakupan

Berangkat dari definisi yang luas, di mana segmentasi menyasar kondisi pasar secara umum, lalu mengelompokkannya berdasarkan variabel tertentu, maka bisa dibilang cakupan komponen ini jauh lebih luas.

Bagaimanapun, targeting merupakan upaya lanjutan dari hasil klasifikasi kondisi pasar, tidak berdiri sendiri. Sebagai contoh, Anda mengklasifikasikan pasar pakaian berdasarkan jenis kelamin laki-laki dan perempuan, serta usia mereka.

Dalam rentang di antara kedua variabel tersebut, jika Anda melakukan pemilihan secara spesifik, maka artinya sedang menjalankan proses targeting. Misalnya, mengupayakan promosi kepada para perempuan dengan usia sekolah.

  1. Variabel

Setidaknya ada empat variabel umum yang perlu diidentifikasi saat melakukan segmentasi pasar. Dari kebiasaan, psikografis, perilaku, hingga demografi konsumen, semuanya perlu Anda klasifikasikan secara detail. Inilah aspek-aspek penting yang harus ada dalam segmen pasar.

Sementara itu, targeting akan menyasar hasil segmentasi yang lebih spesifik. Misalnya, kebiasaannya apa, demografisnya bagaimana, lalu produk seperti apa yang paling ekuivalen. Dengan kata lain, targeting bergantung pada variabel segmentasi.

Jadi, beda segmentasi dan targeting selanjutnya bisa dipahami melalui cakupan variabel. Jika segmentasi mempunyai variabel umum, maka targeting sifatnya terikat pada segmentasi sehingga variabelnya bisa sangat random, tetapi spesifik.

  1. Tujuan

Saat menjalankan segmentasi pasar, tujuan utamanya adalah untuk mengklasifikasi. Artinya, pada tahap ini Anda belum mengeksekusi atau menentukan secara pasti produk apa yang hendak dibuat, bahkan masih jauh dari hal itu.

Di sisi lain, targeting berorientasi pada upaya eksekusi. Jadi, setelah mendapati kelompok-kelompok kecil hasil segmentasi, dari sanalah Anda menentukan produk seperti apa yang paling relevan. Jika diibaratkan, segmentasi adalah konsep atau ide dasarnya, sedangkan targeting adalah implementasi atas ide-ide tertentu ke dalam barang atau jasa.

Memahami beda segmentasi dan targeting agaknya bisa memudahkan Anda melakukan eksekusi produk. Bagaimana situasi pasar, apa kebutuhan masyarakat, dan lain sebagainya, semuanya perlu dipahami dengan saksama demi keberlangsungan bisnis.