5 Poin Perbedaan Pinjaman Online Resmi dan Abal-abal: Cek & Ricek

Pinjaman online resmi, atau yang biasa mendapat sebutan lain peer-to-peer lending, merupakan salah satu bentuk usaha fintech atau financial technology. Perkembangan layanan aplikasi keuangan ini belakangan telah semakin marak di Indonesia.

Sayangnya, pertambahan jumlah penyedia jasa pinjaman online resmi tersebut juga dibarengi dengan bermunculannya berbagai situs pinjaman ilegal. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan karena akan beresiko menyebabkan para calon kreditur terkecoh dan mengalami kerugian.

Perbedaan Situs Pinjaman Online Resmi dan Abal-abal

Untuk memastikan situs pinjaman online yang hendak Anda manfaatkan bukanlah abal-abal, ada sejumlah poin yang perlu Anda perhatikan, antara lain:

Keberadaan pengawas atau regulator

Hal pertama yang perlu Anda pastikan dari situs pinjaman online yang hendak Anda manfaatkan adalah aspek legalitasnya. Situs pinjaman online yang resmi haruslah sudah mengantongi izin usaha dan berada di bawah pengawasan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Keanggotaan asosiasi resmi fintech

Situs pinjaman online yang legal wajib menjadi anggota asosiasi penyelenggara jasa fintech AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia). Sebaliknya, situs ilegal biasanya tidaklah demikian.

Persyaratan pengajuan pinjaman yang transparan

Pihak pengelola jasa pinjaman online yang bonafit umumnya akan menjabarkan persyaratannya secara transparan. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu memperhatikan poin-poin persyaratan tersebut sebelum memutuskan untuk melakukan pengajuan pinjaman.

Persentase bunga pinjaman

Salah satu poin persyaratan yang perlu Anda perhatikan terkait pinjaman online adalah tingkat suku bunga. Situs pinjaman online yang resmi umumnya patuh pada ketentuan bunga maksimal 0,8 persen per hari. Sebaliknya, bunga situs ilegal biasanya mencekik dan tidak transparan.

Struktur kepengurusan dan domisili resmi perusahaan

Meski aktivitas utama usahanya berjalan dengan memanfaatkan fasilitas online, situs pinjaman yang resmi tetap harus mempunyai lokasi domisili yang jelas.  Hal ini juga harus dibarengi dengan adanya struktur kepengurusan yang profesional.

Hingga Maret 2022 lalu, sudah ada lebih dari seratus situs pinjaman online resmi yang telah terdaftar oleh OJK. Anda memanfaatkan daftar yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan tersebut sebagai acuan dalam memilih situs penyedia jasa pinjaman online.