5 Jenis Sayuran BUnga yang Jarang di Ketahui

Agar tubuh senantiasa sehat, kita perlu mengonsumsi makanan bernutrisi. Salah satunya adalah sayuran. Kalau biasanya sayuran identik dengan dedaunan hijau atau yang berbentuk buah seperti terong dan labu siam, ada juga sayuran yang berbentuk bunga.

Sayuran berbentuk bunga seperti turi dan bunga bawang bahkan mudah ditemukan di sekitar kita. Tidak tergantung musim, jadi bisa disantap setiap waktu. Enak diolah menjadi tumisan, pecel, rujak, atau bahkan sayur bersantan.

Berikut ini beberapa jenis sayuran bunga yang bisa diolah menjadi masakan lezat.

Bunga turi

Jenis bunga pertama ada bunga turi. Bunga turi berasal dari pohon turi. Biasanya bunga turi berwarna putih atau merah muda. Bunga turi bisa diolah menjadi masakan tumis, bobor, rujak cingur, atau sekedar direbus dan dibuat pecel.

Bunga pepaya

ini. Bunga pepaya bisa diolah menjadi masakan tumis yang begitu menggugah selera. Ditumis bersama daun pepaya, ikan teri, udang atau bumbu terasi, bunga pepaya akan terasa makin sedap.

Tidak semua jenis bunga pepaya bisa dikonsumsi. Bunga pepaya yang rasanya ramah di lidah adalah bunga pepaya gantung. Bunganya kecil-kecil, berjumlah banyak, dan biasanya menggantung di dekat pangkal batang daun.

Bunga Bawang

Bunga bawang memiliki rasa dan aroma yang mirip kucai, tetapi batangnya lebih renyah. Sayuran yang satu ini kaya serat, kalium, dan zat besi. Baik untuk penderita diabetes dan jantung pula.

Bunga bawang juga bisa diolah menjadi masakan yang sangat lezat. Bunga bawang bisa diolah menjadi masakan tumis atau masakan kuah santan dan dimasak bersama tempe, tahu atau ikan.

Bunga kecombrang

Bunga kecombrang memiliki warna merah muda dengan bentuk kuncup sepanjang jari telunjuk. Bunga kecombrang memiliki cita rasa yang cukup asam dan khas. Umumnya, kecombrang dimasak menjadi campuran sambal, masakan tumis dan masakan berkuah.

Bunga genjer

Sayuran yang juga dikenal dengan nama paku rawan ini bentuknya mirip tanaman eceng gondok, tetapi tidak mengapung di permukaan air. Biasanya ditemukan di sawah atau dekat perairan dangkal.

Batang genjer yang masih muda memiliki tekstur renyah. Sementara batang dan daun yang sudah tua cenderung pahit. Setiap batangnya mengandung vitamin B, kalsium, fosfor, dan serat tinggi.

Genjer kerap disebut sayurnya orang miskin, karena termasuk gulma yang tidak dibudidayakan. Hanya disantap warga desa jika tidak ada bahan makanan lainnya. Sayur ini biasa diolah menjadi tumisan atau urap sayur.